Laman

Minggu, 12 Juni 2011

Perbandingan Pendidikan Sex di Indonesia dengan di Negara-negara Lain Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/education/1867445-perbandingan-pendidikan-sex-di-indonesia/#ixzz1P7cBfxkY

Sex di Indonesia masih sangat tabu, pendidikannya pun masih sangat minim, belum semua sekolah di Indonesia memasukan kurikulum tentang sex, sekalipun ada, itupun hanya sekolah-sekolah yang sudah ter-akreditasi baik, atau dengan cara lewat jalur mata pelajaran Biologi. Padahal, dengan pendidikan sex akan banyak segi-segi positifnya seperti jumlah penduduk, sex bebas, dan mengurangi angka kelahiran yang meledak. Dan juga efek-efek tidak langsung seperti Narkotika, broken home, anak jalanan, dll.

Di Thailand, pendidikan sex dimulai sejak tahun 2000. Pendidikan sex formal dimulai sejak Sekolah Dasar, namun pendidikan sex di sini masih melalui jalur mata pelajaran Biologi. Beberapa sekolah sudah memasukan sex education sebagai satu mata pelajaran. Anak-anak berusia 12 tahun seudah dibolehkan oleh pemerintah untuk menerima pendidikan sex dari orang tua dan sekolah, karena peran orang tua dan sekolah pada umur ini sangat penting.

Pemerintah Thailand juga sudah mulai menyediakan informasi mengenai pendidikan sex melalui media internet, dan tentunya dalam bahasa Thailand.

Di Vietnam, Negara ini sudah mulai blak-blakan dalam pendidikan sex melalui jalu formal, karena populasi penduduknya yang mendadak tinggi. Di Vietnam ini, peran keluarga dan orang tua sangat penting sekali karena anak-anak dibawah umur 13 tahun menghabiskan banyak waktu di keluarga dari pada di sekolah. Barulah pada umur 13 tahun atau pada tingkat SMP, pendidikan sex mulai diterapkan, namun masih lewat jalur mata pelajaran Biologi, sama seperti di Indonesia.

Pendidikan sex di Vietnam masih belum cukup, karena anak-anak yang rata-rata umur 17 tahun masih banyak melakukan hubungan sex diluar nikah.

Di India, sex dianggap sebagai kegiatan yang sangat suci, tabu diketahui anak-anak dibawah umur. Sehingga tidak segampang itu India mengijinkan anak-anak mendapatkan pendidikan sex dibawah umur.

Sama seperti di Indonesia dan Negara-negara Asia Tenggara lainnya, di India pendidikan sex baru didapatkan pada umur 14 tahun atau pada saat SMP, dan pendidikan sex disini masih melalui jalur mata pelajaran biologi. Itupun belum sepenuhnya, karena selebihnya anak-anak mencari informasi mengenai sex melalui buku-buku dan jalur internet.

Sayangnya, perubahan di Negara ini belum terlihat. Populasi penduduknya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Cina adalah Negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Tragedy mengenaskan pernah terjadi di sini, bayi perempuan yang baru lahir terpaksa dibunuh, dengan cara disekap dalam ruangan yang disebut dying room. Karena sempat ada anggapan bahwa anak perempuan tidak dibutuhkan karena tidak bisa membantu keluarga bekerja dan/atau menafkahi keluarga. Hal ini disebabkan karena kurangnya informasi mengenai keluarga dan sex.

Baru pada tahun 2004, pendidikan sex mulai diterapkan di Cina. Pendidikan sex di Cina dimulai pada usia 11 tahun. Tidak seperti di Negara-negara Asia Tenggara dan di India, di Cina pendidikan sex dimulai pada usia 11 tahun dan sudah menjadi suatu mata pelajaran. Selain itu, pemerintah juga ikut andil dalam memberikan pendidikan sex dengan cara memberikan penyuluhan dan seminar-seminar.

Rata-rata di Negara-negara Asia, pendidikan sex masih diterapkan melalui mata pelajaran biologi, sehingga informasi-informasi mengenai sex masih dinilai kurang. Karena dalam mata pelajaran biologi hanya memberikan pengertian sex yang sebenarnya dan tidak memberikan aspek-aspek psikologisnya, seperti bimbingan keluarga dan konseling. Selain itu juga, pendidikan sex di Negara-negara Asia baru mulai diterapkan pada tahun 2000 keatas. Bagaimana dengan Negara-negara di Eropa?

Di Prancis, pendidikan sex secara formal sudah mulai diterapkan sejak tahun 80-an. Yang memberikan dan bertanggung jawab dalam pemberian pendidikan sex adalah sekolah. Dimulai sejak umur 12 tahun keatas. Anak-anak di Prancis mendapatkan pendidikan sex di sekolah secara khusus, ditambah dengan pemberian-pemberian seminar untuk tingkat sekolah menengah.

Anak-anak di Prancis juga berhak mendapatkan pendidikan sex di luar sekolah, yaitu melalui orang tua. Jika masih merasa kurang, mereka dapat menanyakan kepada dokter dan dokter-pun berkewajiban memberikan informasi tentang sex. Hasilnya, Prancis tidak pernah kelebihan penduduk.

Berbeda dengan di Prancis. Di Bulgaria pendidikan sex diterapkan melalui buku, majalah, dan juga website. Buku-buku tersebut bukanlah buku yang berjenis “17+”, tetapi buku yang sudah di sesuaikan khusus untuk anak-anak 11 tahun keatas. Begitu juga di website, anak-anak juga sudah dapat mengakses website-website tersebut yang sudah disesuaikan khusus untuk pendidikan sex pada usia 11 tahun. Tentunya harus dengan pengawasan orang tua. Hasilnya, anak-anak berusia dibawah 17 tahun enggan melakukan hubungan sex.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar