Sex di Indonesia masih sangat tabu, pendidikannya pun masih sangat minim, belum semua sekolah di Indonesia memasukan kurikulum tentang sex, sekalipun ada, itupun hanya sekolah-sekolah yang sudah ter-akreditasi baik, atau dengan cara lewat jalur mata pelajaran Biologi. Padahal, dengan pendidikan sex akan banyak segi-segi positifnya seperti jumlah penduduk, sex bebas, dan mengurangi angka kelahiran yang meledak. Dan juga efek-efek tidak langsung seperti Narkotika, broken home, anak jalanan, dll.
Di Thailand, pendidikan sex dimulai sejak tahun 2000. Pendidikan sex formal dimulai sejak Sekolah Dasar, namun pendidikan sex di sini masih melalui jalur mata pelajaran Biologi. Beberapa sekolah sudah memasukan sex education sebagai satu mata pelajaran. Anak-anak berusia 12 tahun seudah dibolehkan oleh pemerintah untuk menerima pendidikan sex dari orang tua dan sekolah, karena peran orang tua dan sekolah pada umur ini sangat penting.
Pemerintah Thailand juga sudah mulai menyediakan informasi mengenai pendidikan sex melalui media internet, dan tentunya dalam bahasa Thailand.
Di Vietnam, Negara ini sudah mulai blak-blakan dalam pendidikan sex melalui jalu formal, karena populasi penduduknya yang mendadak tinggi. Di Vietnam ini, peran keluarga dan orang tua sangat penting sekali karena anak-anak dibawah umur 13 tahun menghabiskan banyak waktu di keluarga dari pada di sekolah. Barulah pada umur 13 tahun atau pada tingkat SMP, pendidikan sex mulai diterapkan, namun masih lewat jalur mata pelajaran Biologi, sama seperti di Indonesia.
Pendidikan sex di Vietnam masih belum cukup, karena anak-anak yang rata-rata umur 17 tahun masih banyak melakukan hubungan sex diluar nikah.
Di India, sex dianggap sebagai kegiatan yang sangat suci, tabu diketahui anak-anak dibawah umur. Sehingga tidak segampang itu India mengijinkan anak-anak mendapatkan pendidikan sex dibawah umur.
Sama seperti di Indonesia dan Negara-negara Asia Tenggara lainnya, di India pendidikan sex baru didapatkan pada umur 14 tahun atau pada saat SMP, dan pendidikan sex disini masih melalui jalur mata pelajaran biologi. Itupun belum sepenuhnya, karena selebihnya anak-anak mencari informasi mengenai sex melalui buku-buku dan jalur internet.
Sayangnya, perubahan di Negara ini belum terlihat. Populasi penduduknya terus meningkat dari tahun ke tahun.
Cina adalah Negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Tragedy mengenaskan pernah terjadi di sini, bayi perempuan yang baru lahir terpaksa dibunuh, dengan cara disekap dalam ruangan yang disebut dying room. Karena sempat ada anggapan bahwa anak perempuan tidak dibutuhkan karena tidak bisa membantu keluarga bekerja dan/atau menafkahi keluarga. Hal ini disebabkan karena kurangnya informasi mengenai keluarga dan sex.
Baru pada tahun 2004, pendidikan sex mulai diterapkan di Cina. Pendidikan sex di Cina dimulai pada usia 11 tahun. Tidak seperti di Negara-negara Asia Tenggara dan di India, di Cina pendidikan sex dimulai pada usia 11 tahun dan sudah menjadi suatu mata pelajaran. Selain itu, pemerintah juga ikut andil dalam memberikan pendidikan sex dengan cara memberikan penyuluhan dan seminar-seminar.
Rata-rata di Negara-negara Asia, pendidikan sex masih diterapkan melalui mata pelajaran biologi, sehingga informasi-informasi mengenai sex masih dinilai kurang. Karena dalam mata pelajaran biologi hanya memberikan pengertian sex yang sebenarnya dan tidak memberikan aspek-aspek psikologisnya, seperti bimbingan keluarga dan konseling. Selain itu juga, pendidikan sex di Negara-negara Asia baru mulai diterapkan pada tahun 2000 keatas. Bagaimana dengan Negara-negara di Eropa?
Di Prancis, pendidikan sex secara formal sudah mulai diterapkan sejak tahun 80-an. Yang memberikan dan bertanggung jawab dalam pemberian pendidikan sex adalah sekolah. Dimulai sejak umur 12 tahun keatas. Anak-anak di Prancis mendapatkan pendidikan sex di sekolah secara khusus, ditambah dengan pemberian-pemberian seminar untuk tingkat sekolah menengah.
Anak-anak di Prancis juga berhak mendapatkan pendidikan sex di luar sekolah, yaitu melalui orang tua. Jika masih merasa kurang, mereka dapat menanyakan kepada dokter dan dokter-pun berkewajiban memberikan informasi tentang sex. Hasilnya, Prancis tidak pernah kelebihan penduduk.
Berbeda dengan di Prancis. Di Bulgaria pendidikan sex diterapkan melalui buku, majalah, dan juga website. Buku-buku tersebut bukanlah buku yang berjenis “17+”, tetapi buku yang sudah di sesuaikan khusus untuk anak-anak 11 tahun keatas. Begitu juga di website, anak-anak juga sudah dapat mengakses website-website tersebut yang sudah disesuaikan khusus untuk pendidikan sex pada usia 11 tahun. Tentunya harus dengan pengawasan orang tua. Hasilnya, anak-anak berusia dibawah 17 tahun enggan melakukan hubungan sex.
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 12 Juni 2011
Pendidikan Seks Pranikah Itu Sangat Perlu!
Nah bagaimana dengan klien saya dimuka tulisan ini.? dia beristrikan perempuan ‘baik-baik’ yang sangat tabu membicarakan dan mempraktekkan sex.! IRONIS banget ya.? sebagai perempuan dewasa, dia sangat ‘rendah’ pengetahuan tentang sex dan mungkin juga tidak mengerti sama sekali tentang hubungan intim ini. bagaimana dia bisa mendidik anaknya dikemudian hari.? jika dirinya masih tetap merasa dosa, jika melihat foto organ vital atau foto tubuh telanjang, jika demikian, pasti dia boro-boro mau beli buku pendidikan sex yang penuh gambar orang berhubungan intim, karena semua dianggap DOSA.! padahal hal ini sangat membantunya untuk mengenali tubuhnya sendiri dan kepuasan hubungan intim bersama suaminya.
duh mikirin DOSA………………????
Berdosa atau tidak berdosa, suci atau tidak suci, sebetulnya bergantung pada pikiran kita sendiri. Daripada capai memikirkan dosa atau tidak berdosa, lebih baik nikmati hidup ini dengan apa yang sudah Tuhan ciptakan dan berikan pada umatnya.

Apakah ada sesuatu yang membuat kita gelisah sehingga kurang enak makan atau kurang nyenyak tidur. Atau justru perubahan sikap emosional pasangan kita, yang membuat kita frustrasi, sebab jika kita depresi dan sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, jelas akan sangat berpengaruh pada kegiatan seksual kita. Karena itu, cobalah melakukan sesuatu untuk memperbaikinya, sedapat mungkin untuk mengoptimalkan sensual dan kehidupan seksual untuk kembali bergairah dan sehat.

Sebab cinta mengajarkan pasangan untuk mengalirkan energi, lebih dari sekadar sentuhan fisik. Sehingga pasangan yang bercinta dengan batin, akan merasa- kan hubungan medan elektrik itu, bahkan ketika mereka tidak bersentuhan, atau tidak berada dalam tempat yang sama.
Tentu saja kita diharapkan berkesadaran untuk tidak terjebak dalam hukum yang menghukum diri sendiri, karena umumnya perempuan Timur masih menganggap suatu dosa besar kalau minta kepuasan seks dengan pasangannya, dan berlaku seperti seorang profesional. Nah, lepaskan perasaan itu, ciptakan usaha untuk hidup lebih baik dan dinikmati!
Seseorang yang merasa terpuaskan dan hidup dengan rasa bersyukur, akan bisa memancarkan rasa bahagia untuk orang di sekitarnya. Karena itulah, jadilah orang yang menyenangkan dengan energi kebahagiaan yang terpancar.
duh mikirin DOSA………………????
Berdosa atau tidak berdosa, suci atau tidak suci, sebetulnya bergantung pada pikiran kita sendiri. Daripada capai memikirkan dosa atau tidak berdosa, lebih baik nikmati hidup ini dengan apa yang sudah Tuhan ciptakan dan berikan pada umatnya.Kita mempunyai tubuh dan pikiran, sebagai manuisa yang hidup dengan berkesadaran, kita yakin hukum sebab akibat yang menjadi dasar kehidupan manusia ada pada kita, dan setiap aksi kita pasti menimbulkan reaksi positif dan negatif untuk kehidupan itu sendiri.
Nah isilah kehidupan rumah tangga kita dengan kenikmatan yang Tuhan beri, yaitu hidup sebagai pasangan yang bisa menciptakan surga duniawi, yaitu “bercinta” dengan segenap jiwa raga, singkirkan semua rasa sungkan, risih, tabu, kotor dan sebagainya. Suami atau istri kita adalah orang yang berhak sekaligus berkewajiban untuk sama-sama melakukannya.

Kita tidak perlu menjadi pemain cinta yang paling baik, tetapi cukup menjadi yang terbaik yang bisa dicapai bagi pasangan dan diri kita sendiri. Sangat perlu diingat gairah seksual tiap orang adalah unik. Sehingga kepuasan yang dirasakan tiap pasangan pun bersifat spesifik.
Kepuasan seksual juga bergantung pada gaya hidup yang mendukung kesehatan badan dan jiwa Anda. Bila ada masalah yang timbul sehubungan dengan kepuasan seksual, sebaiknya coba teliti apa yang terjadi dalam lingkup hidup kita.Apakah ada sesuatu yang membuat kita gelisah sehingga kurang enak makan atau kurang nyenyak tidur. Atau justru perubahan sikap emosional pasangan kita, yang membuat kita frustrasi, sebab jika kita depresi dan sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, jelas akan sangat berpengaruh pada kegiatan seksual kita. Karena itu, cobalah melakukan sesuatu untuk memperbaikinya, sedapat mungkin untuk mengoptimalkan sensual dan kehidupan seksual untuk kembali bergairah dan sehat.

Sebab cinta mengajarkan pasangan untuk mengalirkan energi, lebih dari sekadar sentuhan fisik. Sehingga pasangan yang bercinta dengan batin, akan merasa- kan hubungan medan elektrik itu, bahkan ketika mereka tidak bersentuhan, atau tidak berada dalam tempat yang sama.
Tentu saja kita diharapkan berkesadaran untuk tidak terjebak dalam hukum yang menghukum diri sendiri, karena umumnya perempuan Timur masih menganggap suatu dosa besar kalau minta kepuasan seks dengan pasangannya, dan berlaku seperti seorang profesional. Nah, lepaskan perasaan itu, ciptakan usaha untuk hidup lebih baik dan dinikmati!
Seseorang yang merasa terpuaskan dan hidup dengan rasa bersyukur, akan bisa memancarkan rasa bahagia untuk orang di sekitarnya. Karena itulah, jadilah orang yang menyenangkan dengan energi kebahagiaan yang terpancar.
MEMBANGUN DARI KETERBELAKANGAN MERKANTILISME, KOLONIALISME, DAN NEO – KOLONIALISME
Perkembangan dan Keterbelakangan adalah suatu proses dialektika . testis yang menyatakan bahwa keterbelakangan dunia ke – 3 dewasa ini akibat terseretnya nnegara tersebut kedalam orbit ekspansi kapitalisme barat. Secara histories hubungan dialeksitas antar dunia barat dan dunia ke – 3 ini dapat dibentangkan menjadi 3 tingkatan :
1. Kapitalisme Perdaganggan
Dalam hal ini kita berkaca antar Negara bagian yaitu perdaganggan antara barat dan timur hampir tak dapat dibedakan lagi dengan perampasan. Bertujuan membeli barang dengan harga serendah mungkin sehingga mutlak untuk menguasai wilayah tersebut . Dampaknya penaklukan wilayah yang disertai perampasan yang berasal dari tindakan individu dibawah perlindungan asal negara mereka yang kemudian harta rampasan tersebut dirubah menjadi bahan modal. Kemunduran kompleks struktur social dikawasan keterbelakangan tercermin dari kemunduran : Demografis, Ekonomi, dan Politik.
2. Kolonialisme
Keinginan untuk mengendalikan pasar prnjualan barang hasil industrinya merupakan gambaran dari periode kolonialisme. Kolonialisme adalah fase historia kedua dari testis ini. Cirinya pada masa ini penakhlukan dilakukan secara bertahap terhadaop wilayah yang ingin ia kuasai. Ditundukkannya kawasan koloni kepada paksaan , pembagian kerja internasional, mendiorong usaha pertanian dikawasan tersebut bercorak monokultur yang mengakibatkan kemiskinan yang menaburkan bibit ketidakstabilan ekonomi dan politik dimasa berikutnya.
3. Neo - Kolonialisme
Istilah ini menunjuk kepaa hak tetap memiliki dan perluasan kontrol ekonomi selanjutnya serta menunjuk kepada kekuatan pengaruh bekas penjajah setelah mereka menyerahkan kekuasaan politik Negara kepada elit pribumi. Bagaimana fase Neo – Kolonialisme ini
menyebabkan keterbelakanggan ,selanjutnya di Negara berkembang terdapat kemerosotan syarat – syarat perdagaggan Negara miskin , Selain alas an politik ekonomi PREBISH juga mencatat 3 alasan teknis ekonomis yang menyebabkan kemerosotan syarat perdagaggan selanjutnya di kawasan bekas koloni :
1. Penggantian komoditi primer denngan barang sintetis.
2. Komoditi primer ( pertnian ) bersifat demand inelastic.
3. Kemajuan teknologi menyebabkan penigkatan rasio yang tak menguntungkan terhadap masukan bahan mentah didalam proses produksi pabrik.
Sebagian besar negara dunia ketiga menjadi keterbelakang bukan karena mereka diserbu oleh capital asing melainkan mereka telah membunuh capital asing. Namun ini mustahil dilkukan karena sebagian Negara dunia terkonsentrasinya kapital industri maju.
Jumat, 10 Juni 2011
Surat Dinas
PEMERINTAHAN KABUPATEN TEGAL
DINAS PENDIDIKAN
SMU NEGRI 1 LIMBANGAN
Jalan Raya Limbangan ,Tegal, 44168
Nomor : 055/125/SMU/XII/2009 30 September 2009
Hal : Rapat Dinas
Sifat : Sangat Penting
Yth.Bapak / Ibu Guru
SMU N 1 Limbangan
Di
Tempat
Assalammualaikum.Wr.Wb
Sehubungan dengan banyak hal yang harus dibicarakan, dengan ini kami mengundang Bapak/ Ibu untuk menghadiri rapat dinas untuk memicarakan tentang :
1. Persiapan UTS semester ganjil tahun ajaran 2009 – 2010.
2. Persiapan menjelang diberlakukannya RSBI untuk kelas X.
Adapun acara dilaksanakan pada :
Hari,tanggal : Sabtu , 24 Oktober 2009
Pukul : 08.00 – 12.00
Tempat : Aula SMA N 1 Limbangan
Demikian surat kami . Atas perhatian dan kerjasamanya , kami ucapkan terima kasih.
Wasalammualaikum Wr.Wb
Kepala SMU N 1 Limbangan
Akbar Solekah
NIP : 5223652
Kamis, 09 Juni 2011
GLOKALISASI
Ide globalisasi ditemukan dalam jurnal-jurnal bisnis pada akhir 1960-an dan awal 1970-an. Ide ini diyakini akan membawa manusia berada pada era di mana kehidupan sosial ditentukan oleh proses global, zaman di mana garis-garis batas budaya nasional, ekonomi nasional dan wilayah nasional semakin tidak ada.Globalisasi memang sangat erat kaitannya dengan ekonomi internasional, yang memberi pengaruh besar pada kebudayaan dan gaya hidup. Salah satu konsep yang turut berkembang bersama globalisasi adalah glokalisasi.
Sederhananya, glokalisasi adalah penyesuaian produk global dengan karakter pasar (lokal). Jadi, glokalisasi menjadi strategi yang muncul sebagai kritik terhadap konsep perdagangan bebas neoklasik, yang tidak lagi menspesialisasikan sebuah negara dalam satu produk sesuai dengan potensinya. Karena itu para produsen mengkondisikan sebuah negara (pasar) agar berada dalam satu latar belakang sosial-budaya yang sama dengan negara yang lain. Misalnya, Coca-cola atau McDonald menggunakan artis lokal seperti Sheila on 7, Padi, Jamrud dan Krisdayanti sebagai bintang iklan untuk mendekati pasarnya di Indonesia
Di ranah kajian budaya glokalisasi berarti munculnya intepretasi produk-produk global dalam konteks lokal yang dilakukan oleh masyarakat dalam berbagai wilayah budaya. Interpretasi lokal masyarakat tersebut kemudian juga membuka kemungkinan adanya pergesaran makna atas nilai budaya dari satu tempat ke tempat lain. Contoh yang paling gampang adalah, bagaimana restoran siap saji di Amerika atau Eropa masuk dalam golongan restoran junk-food yang dikonsumsi oleh kelas pekerja atau pelajar, di Indonesia hadir sebagai tempat yang elit dan eksklusif. Itu artinya, ada interpretasi dan cara pandang berbeda dari masyarakar Indonesia dan Amerika/Eropa dalam mengkonsumsi makanan siap saji.
Salah satu medium yang digunakan dalam proses glokalisasi adalah bahasa. Bahasa mampu mendekatkan emosi hingga produk global terasa lokal. Sebuah tayangan telenovela Amerika latin yang membuat ibu-ibu Indonesia setia menonton tidak berarti para ibu itu tertarik dengan budaya Amerika Latin. Tetapi sebenarnya sebagian besar telenovela itu mengandalkan konflik keseharian manusia, dari perebutan warisan, perselingkuhan, hingga persaingan bisnis.
Tahun 1996 pemerintah Indonesia pernah mengeluarkan peraturan agar meng-Indonesiakan istilah-istilah asing. Coca-cola, misalnya, harus mengubah slogan Always, menjadi Selalu. Atau film-film berbahasa asing harus didubbing ke dalam bahasa Indonesia. Ini justru mempercepat sosialisasi produk global di pasar Indonesia. McDonald pernah mengeluarkan produk-produk yang nuansa lokalnya sangat kental, misalnya McSatay, McRendang atau Bubur Ayam McD
Mereka mengembangkan dan menerapkan sebuah model baru, ‘global reverse innovation’ untuk mengembangkan produk inovatif baru, berbenturan dengan strategi ‘glocalization’ yang telah mereka lakukan. Saya berharap setelah membaca resume di bawah ini Anda bisa mengerti mengapa saya percaya bahwa negara-negara seperti China, India dan Indonesia akan memainkan peran yang penting dalam proses pengembangan inovasi berkelas dunia.
Ulasan kali ini menjelaskan pendekatan model ‘glocalization - glokalisasi’ (bukan globalisasi), sebuah pendekatan yang dilakukan oleh banyak perusahaan manufaktur produk-industri di negara-negara maju selama beberapa dekade. Dengan glokalisasi, banyak perusahaan yang mengembangkan produk inovatif di negara asal, dan kemudian mendistribusikannya ke seluruh dunia dengan adaptasi dan modifikasi lokal di negara yang dituju. Pendekatan ini berjalan dengan baik bagi perusahaan di negara-negara maju di mana negara lain tidak memiliki banyak pilihan. Era tersebut kini mulai berubah, dikarenakan perkembangan yang cepat di negara-negara seperti China dan India dan melemahnya perkembangan di negara-negara maju.
Glokalisasi terbukti berhasil dan masuk akal bagi banyak perusahaan multinasional yang puas dengan tingkat perkembangan 15%-20%. Ketika Jeff Immelt menjadi CEO GE di September 2001, dia menerapkan target : meningkatkan percepatan perkembangan organis di perusahaan dan mengurangi ketergantungan dari akuisisi dari inovasi. Mereka mulai mempertanyakan strategi glokalisasi yang tidak mampu mempenetrasi bagian permukaan dari pasar di negara-negara ‘emerging’. Bagi GE dan perusahaan multinasional lainnya untuk masuk ke pasar domestik di negara seperti China dan India, mereka harus mengembangkan produk inovatif baru yang sesuai kebutuhan dan anggaran dari pelanggan di pasar tersebut. Sadar akan hal ini eksekutif GE mempertanyakan dua asumsi dasar dari glokalisasi:
Asumsi 1: Secara garis besar ekonomi negara ‘emerging’ akan berevolusi seperti yang dilakukan negara maju. Kenyataannya adalah, negara berkembang tidak mengikuti pola dan jalur yang sama, dan bahkan mampu melompat melampaui negara maju karena mereka lebih mau mengadopsi inovasi terobosan.
Asumsi 2: Produk yang dikembangkan bagi negara berkembang, tidak bisa dijual di negara maju karena tidak cukup baik untuk berkompentisi di sana. Kenyataannya adalah, produk-produk ini menciptakan pangsa pasar baru di negara maju – dengan secara dramatis mengurangi level harga dan menjadi pionir untuk aplikasi-aplikasi baru.
Hutang Dunia Ke Tiga
Halaman ini mengutip sejumlah sumber untuk membantu menjelaskan masalah Utang Dunia Ketiga.
550000000000 $ telah dibayar di kedua pokok dan bunga selama tiga dekade terakhir, pada 540000000000 $ pinjaman, namun masih ada $ 523.000.000.000 dolar beban utang.
( http://en.wikipedia.org/wiki/Heavily_Indebted_Poor_Countries )
Informasi tanggal sampai dengan Juli 2007
* * *
(
Krisis Utang
| Pada tahun 1970, negara-negara termiskin di dunia tersebut (kira-kira 60 negara diklasifikasikan sebagai berpenghasilan rendah oleh Bank Dunia), berhutang $ 25 miliar dalam utang. | |||||
| Pada tahun 2002, ini adalah $ 523000000000 | |||||
Untuk Afrika,
| |||||
| Hutang berutang kepada lembaga multilateral seperti IMF dan Bank Dunia saat ini sekitar $ 153000000000 | |||||
| Untuk utang negara-negara termiskin kepada lembaga-lembaga multilateral adalah sekitar $ 70 miliar. |
550000000000 $ telah dibayar di kedua pokok dan bunga selama tiga dekade terakhir, pada 540000000000 $ pinjaman, namun masih ada $ 523.000.000.000 dolar beban utang.
( http://www.globalissues.org/article/30/the-scale-of-the-debt-crisis )
Informasi tanggal sampai 2002
Informasi tanggal sampai 2002
* * *
Heavily Indebted Poor Countries (HIPC) adalah kelompok 37 negara-negara berkembang dengan tingkat kemiskinan dan beban hutang yang memenuhi syarat untuk bantuan khusus dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia .
Program HIPC ini diprakarsai oleh Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia pada tahun 1996, setelah lobi yang luas oleh LSM dan badan-badan lainnya. Ini memberikan keringanan utang dan pinjaman bunga rendah-untuk mengurangi pembayaran utang luar negeri ke tingkat yang berkelanjutan. Bantuan tergantung pada pemerintah nasional dari negara-negara pertemuan berbagai manajemen ekonomi dan target kinerja. Program HIPC mengidentifikasi 42 negara, 32 di antaranya berada di Sub-Sahara Afrika, sebagai berpotensi memenuhi syarat untuk menerima bantuan utang (2004). Ke-27 negara yang sejauh ini menerima $ gabungan 54 miliar bantuan adalah sebagai berikut:
Guyana itu dinyatakan tidak lagi "Heavily Indebted Poor Country". [1] Ini tetap merupakan bangsa hanya untuk dihapus dari daftar HIPC.
Untuk menerima bantuan utang di bawah HIPC, negara harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan ambang batas HIPC's. Pada awal HIPC di tahun 1996, persyaratan ambang batas utama adalah bahwa utang negara tetap pada tingkat tidak lestari meskipun aplikasi penuh tradisional, penghapusan utang bilateral. Pada waktu itu, dianggap utang HIPC berkelanjutan ketika rasio utang terhadap ekspor melampaui 200-250% atau ketika rasio-ke-pemerintah pendapatan utang melebihi 280%. [2]
Bank Dunia dan IMF HIPC dipahami sebagai program enam tahun, dibagi menjadi dua tahap tiga tahun, yang dirancang untuk menghasilkan track record kinerja fiskal dan ekonomi yang baik. Selama Fase I, negara akan bekerja sama dengan IMF untuk melaksanakan fasilitas penyesuaian struktural yang disempurnakan (ESAF). The ESAF awalnya memberikan pinjaman lunak kepada negara-negara miskin dan negara diwajibkan untuk memenuhi berbagai reformasi rinci dan kondisi, seperti privatisasi industri negara atau pembatasan pengeluaran domestik. Kesimpulan dari Tahap aku diistilahkan sebagai "titik keputusan;" itu kemudian bahwa Bank Dunia dan IMF akan meninjau beban utang bangsa dan menentukan berapa banyak utang pengampunan mereka akan menyediakan untuk memungkinkan bangsa untuk mempertahankan tingkat utang berkelanjutan di masa mendatang. Tahap II diperlukan lanjutan pelaksanaan ESAF dan memuncak dalam "titik penyelesaian," mana kreditur akan mengampuni utang negara dalam jumlah yang mereka janjikan pada titik keputusan. [2]
Guyana itu dinyatakan tidak lagi "Heavily Indebted Poor Country". [1] Ini tetap merupakan bangsa hanya untuk dihapus dari daftar HIPC.
Untuk menerima bantuan utang di bawah HIPC, negara harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan ambang batas HIPC's. Pada awal HIPC di tahun 1996, persyaratan ambang batas utama adalah bahwa utang negara tetap pada tingkat tidak lestari meskipun aplikasi penuh tradisional, penghapusan utang bilateral. Pada waktu itu, dianggap utang HIPC berkelanjutan ketika rasio utang terhadap ekspor melampaui 200-250% atau ketika rasio-ke-pemerintah pendapatan utang melebihi 280%. [2]
Bank Dunia dan IMF HIPC dipahami sebagai program enam tahun, dibagi menjadi dua tahap tiga tahun, yang dirancang untuk menghasilkan track record kinerja fiskal dan ekonomi yang baik. Selama Fase I, negara akan bekerja sama dengan IMF untuk melaksanakan fasilitas penyesuaian struktural yang disempurnakan (ESAF). The ESAF awalnya memberikan pinjaman lunak kepada negara-negara miskin dan negara diwajibkan untuk memenuhi berbagai reformasi rinci dan kondisi, seperti privatisasi industri negara atau pembatasan pengeluaran domestik. Kesimpulan dari Tahap aku diistilahkan sebagai "titik keputusan;" itu kemudian bahwa Bank Dunia dan IMF akan meninjau beban utang bangsa dan menentukan berapa banyak utang pengampunan mereka akan menyediakan untuk memungkinkan bangsa untuk mempertahankan tingkat utang berkelanjutan di masa mendatang. Tahap II diperlukan lanjutan pelaksanaan ESAF dan memuncak dalam "titik penyelesaian," mana kreditur akan mengampuni utang negara dalam jumlah yang mereka janjikan pada titik keputusan. [2]
Informasi tanggal sampai dengan Juli 2007
* * *
Least Developed Countries (LDC) adalah negara yang menurut PBB menunjukkan indikator terendah sosial ekonomi pembangunan , dengan terendah Indeks Pembangunan Manusia peringkat dari semua negara di dunia . Suatu negara diklasifikasikan sebagai sebuah Negara Least Developed jika memenuhi tiga kriteria [1] berdasarkan:
Negara dapat "lulus" dari klasifikasi LDC ketika indikator melebihi kriteria tersebut. PBB Kantor Perwakilan Tinggi untuk Least Developed Countries, Daratan Negara Berkembang dan Berkembang Kepulauan Kecil Amerika koordinat dukungan PBB dan menyediakan layanan advokasi Least Developed Countries.
Klasifikasi saat ini (per April 16 , 2008 ) berlaku untuk 49 negara. [2]
Pada tahun 2007, PBB lulus Cape Verde dari kategori Least Developed Countries. Ini adalah kedua kalinya telah terjadi pada suatu negara. [3] Negara pertama yang lulus dari status LDC adalah Botswana pada tahun 1994. Samoa dapat menjadi negara ketiga untuk lulus dengan cara ini [4] , dengan keputusan tentang masalah ini dijadwalkan untuk Pada tahun 2008 .
| berpenghasilan rendah (-tahun rata-rata tiga PNB per kapita kurang dari US $ 750, yang harus melebihi $ 900 untuk meninggalkan daftar) | |
| sumber daya manusia kelemahan (berdasarkan indikator gizi , kesehatan, pendidikan dan orang dewasa melek huruf ) dan | |
| ekonomi kerentanan (berdasarkan ketidakstabilan produksi pertanian, ketidakstabilan ekspor barang dan jasa, kepentingan ekonomi dari kegiatan non-tradisional, konsentrasi ekspor barang dagangan, dan cacat kekecilan ekonomi, dan persentase penduduk mengungsi akibat bencana alam) |
Klasifikasi saat ini (per April 16 , 2008 ) berlaku untuk 49 negara. [2]
Pada tahun 2007, PBB lulus Cape Verde dari kategori Least Developed Countries. Ini adalah kedua kalinya telah terjadi pada suatu negara. [3] Negara pertama yang lulus dari status LDC adalah Botswana pada tahun 1994. Samoa dapat menjadi negara ketiga untuk lulus dengan cara ini [4] , dengan keputusan tentang masalah ini dijadwalkan untuk Pada tahun 2008 .
Lancar LDC
[ sunting ] Afrika (33 negara)
[ sunting ] Eurasia (10 negara)
[ sunting ] Amerika Tengah & Selatan (1 negara)
[ sunting ] Oseania (5 negara)
[ sunting ] Lulus LDC
Langganan:
Postingan (Atom)